Rabu, 28-12-2005 
Mewujudkan Mimpi dengan Konsisten dan Kreatif
 
Kecil-kecil jabe rawit. Ungkapan tersebut kiranya dapat menggambarkan sosok Deni Drimawan. Bagaimana tidak, postur tubuhnya tidaklah terlalu tinggi, ukuran badannya pun tidak terlalu besar, tetapi siapa yang menyangka kalau pemilik tubuh kecil itu adalah seorang Direktur Kaminari Production, perusahaan yang bergerak dibidang penyelenggaraan pameran. Bahkan diusianya yang masih terbilang muda, ia juga menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Dharma Agung Bandung yang terletak di jalan Telaga Bodas no 8 A, Bandung.

 
Apa yang didapat Deni –begitu beliau bisa disapa- saat ini, memang tidak semudah membalik telapak tangan. Perjalanannya dimulai dari seorang pemandu (guide) turis-turis mancanegara. Sebagai seorang guide, ia bertugas memperkenalkan dunia pariwisata Indonesia, khususnya Jawa Barat. Sambil bekerja, ia mempergunakan waktu untuk belajar dan memahami karakteristik prilaku turis-turis tersebut. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah turis Jepang. Menurutnya, orang-orang Jepang adalah orang yang tidak terlalu suka menetap berlama-lama tetapi sangat royal dalam membelanjakan uang. Tiba-tiba saja terpikir olehnya untuk berhenti menjadi guide, dan melanjutkan kuliah ke Jepang.

Tahun 1992, pulang dari Jepang ia memutusakan untuk berdiri di ‘kaki’ sendiri. Bermodalkan pengalaman sebagai guide dan dana seadanya, ia memutuskan membuka travel dengan nama Mondial Travel. Target pasarnya saat itu adalah Jepang karena selain terkenal royal, waktu itu juga dibuka jalur penerbangan baru dari Nagoya-Denpasar. Dengan kekuatan jaringan yang dimilikinya dan kelihaiannya membaca peluang, saat itu usahanya mendatangkan tamu-tamu dari luar negeri ke dalam negeri berhasil. Sayangnya, keberhasilan itu tidak berlasung lama, keberhasilan yang diraihnya ternyata membuat perusahaan-perusahaan travel lain mengikuti jejaknya. Kekuatan modal perusahaan travel-travel besar tersebut, merebut pasar Mondial, Deni pun merasa terdesak, tahun 1994 Mondial yang dirintisnya vakum.

Kegagalan Mondial, ternyata tidak membuat Deni mengurungkan niatnya untuk tetap berdiri di ‘kaki’ sendiri. Ini dibuktikannya dengan beralih terjun ke bisnis penyelenggaraan pameran yang idenya didapat saat ia berjalan-jalan ke Jakarta. “Saat jalan-jalan ke Jakarta, saya melihat ternyata pameran juga bisa diselenggarakan di hotel-hotel, saat itu tergeraklah hati saya untuk membuatnya di Bandung,” kenang suami Fita Fauzia ini.

Lagi-lagi nekat, sesampainya di Bandung ia bersama empat orang temannya di SMP 5, memutuskan untuk menyelenggarakan pameran Bandung Audio Visual di hotel Papandayan Bandung. “Saat itu saya masih sangat awam, bikin proposal saja masih meraba-raba tetapi saya mencobanya,” tutur Deni. Kenyataan ternyata memang tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan. Untuk kedua kalinya, Deni harus menuai kegagalan, dari 60 stand yang ditawarkannya hanya 6 saja yang terisi, sponsorship pun tidak didapatnya. Harapan untuk mendapatkan keuntungan pupus sudah, ia harus rela kehilangan mobilnya untuk membayar hutang-hutangnya ke pihak hotel dan vendor. Disaat ia membutuhkan dukunganl, teman-teman yang tadinya menjadi mitra kerja, satu persatu pergi meninggalkannya. “Satu-satunya yang membantu saya saat itu adalah Dinas Perisdustrian dan Perdagangan, teman-teman satu persatu meninggalkan saya,” kenangnya.

Konsisten
“Tak ada gading yang tidak retak”. Begitulah Deni memaknai kegagalan-kegagalan yang dialaminya. Walaupun kegagalan tersebut telah mengambil banyak barang-barang yang dimilikinya tetapi ia tetap bertahan untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang entrepreneur. Kali ini, meski gagal dalam menyelenggarakan pameran, ia tidak lagi beralih ke bisnis lain tetapi tetap konsisten bergelut dibidang penyelenggaraan pameran. “Saya tidak ingin lagi menghindar, tetapi saya harus konsisten dan harus belajar dari kesalahan hingga akhirnya bisa sukses,” kata ayah beranak satu ini.

Keputusan yang diambilnya tak salah. Perkenalannya dengan Adung dari Dinas Perindustrian dan Perdagangaan merubah segalanya. Adung, selaku ketua penyelenggaraan pamaren di pemerintahan saat itu, memberi keparcayaan kepadanya untuk menyelenggarakan pameran Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) I. Deni bagaikan mendapat durian runtuh, meski belum begitu berpengalaman dalam penyelenggaraan pameran, ia menerima tawaran tersebut. Ia, yakinkan dirinya bahwa ia mampu melaksanakannya. Ia kembali membuat perusahaan penyelenggaraan pameran dengan nama Kaminari Production yang mana dalam bahasa Jepang berarti menari dalam halilintar atau petir karena ia begitu kagum dengan budaya kerja dan perilaku orang Jepang yang menjunjung tinggi negaranya.

Kekaguman itu pun menjadi ‘spirit’ baginya untuk mensukseskan PKJB ini.Kreatifitas, Kemampuan bernegosiasi, dan jaringan yang luas, mampu menghantarkannya meraih kesuksesan pelaksanaan PKJB dan menjadi salah satu orang yang patut diperhitungkan dalam dunia penyelenggaraan pameran. Sejak saat itu, tawaran demi tawaran tak henti-hentinya datang kepada dirinya. Dalam waktu dekat saja, laki-laki yang mengaku sangat berterima kasih atas perhatian dan pengertian yang diberikan oleh keluarganya ini, sedang sibuk mempersiapkan dua penyelenggaraan pameran di kota Bandung dan Bogor.

Kreatifitas dan Pendidikan

Menurut Deni, keinginan untuk memberikan sesuatu kepada orang lain dan tanggung jawab terhadap karyawan membuatnya tetap bertahan dan mengembangkan perusahaannya. Ia pun mulai sibuk dengan membangun jaringan-jaringan baru dan menghabiskan waktu dari kafe ke kafe untuk menjaga relationship dengan pelanggan. “Karena kadang-kadang, deal-deal bisnis lebih banyak terjadi saat suasana non farmal seperti itu,” katanya.

Ketatnya persaingan dibidang penyelenggaraan pameran juga menuntutnya selalu berbenah diri. Salah satu hal dasar yang menjadi perhatiannya adalah kreatifitas karena bagaimana pun, dunia pameran adalah dunia yang menuntut orang untuk mendapatkan sesuatu hal yang baru dan unik. Deni menyakini bahwa ide-ide dan konsep-konsep baru itu tidak bisa datang dengan sendirinya tetapi didapat dengan lebih banyak berjalan dan bergaul dengan lingkungan sekitar. Pemikiran seperti ini lah yang dituangkan pada motto Kaminari yang berbunyi The art of creativity dan ditanamkan kepada semua rekan-rekan kerjanya. Terbukti, lewat proses kreatif, relationship dan perpaduan jiwa kewirausahaan serta kemapuan membaca peluang bisnis yang dimilikinya, tahun 2000 laki-laki kelahiran Bandung, 25 Oktober 1964 ini bisa melebarkan sayap dengan mendirikan STIE Darma Agung Bandung.

Tak jauh berbeda dengan Kaminari, STIE ini pun dibangunanya dari bawah. Bermula dari tiga orang siswa hingga akhirnya berjumlah ratusan orang. Tak ada kendala bagi Deni menjalani bisnis ini, karena dia memang dibesarkan dari keluarga dosen. Perpaduan jiwa seni dan pendidikan yang digelutinya membuatnya melahirkan teori sendiri dalam dunia belajar mengajar yang disebutnya dengan konsep Edutaiment (Pendidikan dan Seni).

Sheena krisnawati, salah seorang mitra kerja Deni di Kaminari, berpendapat bahwa apa yang didapat Deni saat ini tidak terlepas dari kecerdasan dan kelincahan yang ada pada dirinya. “ Untuk wilayah Bandung, Deni terpakailah, karena dia memang cerdas dan juga lincah, ada orang yang cerdas tetapi mereka tidak lincah, nah Deni memiliki ke dua-duanya,” tutur wanita yang telah enam tahun bekerjasama dengan Deni. Sebagai pemimpin ia juga cukup mengayomi dan bertanggung jawab, “Walau kadang-kadang, pemikiran-pemikiran dan ide-idenya sulit dipahami,” sambung Sheena.

Saat tamat kuliah, Deni mengaku hanya membuat surat lamaran kerja sebanyak tujuh lembar saja, karena ia memang telah berkeinginan untuk berdiri di ‘kaki’ sendiri dengan berwirausaha dan ia menyakini keputusan tersebut sebagai pilihan yang tepat. Walau untuk mewujudkan mimpinya, ia harus meninggalkan wilayah amannya. Sekarang, semua pengorbanan itu telah terbayar dengan apa yang didapatnya saat ini dan menjadi tugasnya untuk mempertahankannya. Ibarat kata pepatah bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.

(Sumber: Cyber MQ)
 

Komentar:

 
 
   
 
 
Plus Minus Windows 8

Daftar 17 Teknologi Akan Memudar di 2012

Sulap Akun Fb jadi Sarana Promosi Diri

10 Kisah Terbesar Dunia Teknologi di 2011

5 Jurus Menangkal Rayuan Virus di Chat Facebook

5 Kiat Aman Belanja Online

10 Teknologi Strategis untuk 2011

 
Inilah Nutrisi Otak Terbaik

6 Makanan yang Memutihkan Gigi

Makanan Wajib Untuk Perut Rata dan Tulang Kuat

Membangkitkan Semangat Hidup

Belajar Dari Pengalaman

Hikmah: Pendidikan Karakter

Panduan Nama Anak/Bayi Dalam Islam – Abu Umair

 
 
 

Graphic :

CorelDraw, Adobe Photoshop, Macromedia Fireworks, Macromedia Freehand.

Web & Animation
Macromedia Dreamweaver (HTML) Macromedia Flash, 3D Studio

Video & Sound :
Adobe Premiere, Macromedia Director, Ulead Studio, Vegas, After Effect, Cooledit.

Networking & Hardware :
WindowsNT/2000 & Linux

Engineering :
Autocad, Sap2000, Ms. Project, Mapinfo (G I S )

Programming :
PHP & Mysql